Wimar Witoelar - Terbebas dari Kursi Roda

Wimar

Siapa bilang tinggal di rumah selama liburan panjang tidak produktif. "Saya sekarang lagi di rumah, main komputer sambil mikir, ha-ha-ha," kata Wimar Witoelar (62), juru bicara kepresidenan ketika pemerintahan dipimpin Abdurrahman Wahid, Jumat (19/10) di Jakarta.

Berpikir? "Ya, memikirkan hidup, kebaikan orang, dan pentingnya kesehatan," ujar Wimar yang juga mantan aktivis mahasiswa Institut Teknologi Bandung tahun 1974. Nah, soal kesehatan, kini Wimar yang memiliki bobot badan 115 kilogram ini merasa mandiri dan terbebas dari penjagaan suster karena sudah terbebas dari kursi roda.

Wimar, yang biasa dipanggil teman-teman dekatnya dengan sebutan WW, mengaku memiliki masa depan baru setelah tidak lagi berada di kursi roda selama satu tahun terakhir ini. Ketika masih didorong-dorong di atas kursi roda, WW merasa tidak bisa bergerak bebas karena dijaga khusus oleh suster.

Mengomentari bobot badannya yang terbilang masih tambun, Wimar kemudian mengutip pendapat Ade Rai, meskipun berat tubuhnya masih tinggi, kadar lemaknya sudah turun. "Ukuran lemak saya membaik karena terkonversi jadi otot berkat exercise...," katanya. (Cuplikan dari artikel Nama dan Peristiwa, KOMPAS, 22 Oktober 2007)

Testimoni dari Bapak Satya Witoelar

Setelah menggunakan jasa Kanopi melalui Atun selama 16 bulan, keadaan ayah saya sudah membaik dan menjadi lebih independen. Karena itu dengan berat hati kami ingin memberhentikan pemakaian jasa Kanopi.

Sejak Atun mulai menemani bulan Juni 2006 saat ayah saya mulai pakai kursi roda, keadaan membaik dengan bantuan Atun antara lain membantu fisioterapi di rumah, mempersiapkan obat2an dan menu makanan sehat di rumah, mendorong kursi roda dan menemani ke semua aktifitas, dsb. Maka itu kami nyatakan Kanopi dan Atun telah SUKSES dalam menjaga dan memulihkan kesehatan ayah saya, dan dengan bersyukur kami sudah tidak tergantung kepada full-time nurse.

Kami terima kasih sebesar2nya kepada Pak Kikin dan tim Kanopi, dan kami bersedia mendukung Kanopi sebagai mantan pemakai jasa.